Filed under: Linux
Bridge diperlukan jika kita ingin mengkoneksikan 2 alamat fisik menjadi 1 alamat logical (dua interface itu berada dalam 1 subnet, demikian pula device-device lain yang memiliki keterhubungan dengan mereka), bridge dikenal sebagai 802.1d, katakanlah kita ingin mem-bridge-kan linux kita yang memiliki interface eth0 dan wlan0.
Untuk dapat mengconfigure bridging di linux kita memerlukan Linux Ethernet Bridging Utilities (debian based: apt-get install bridge-utils, centos based: yum install bridge-utils)
Pertama sekali ip address yang ada di semua interface kudu dihapus dulu:
root@babi-imut [~]#ifconfig eth0 0.0.0.0
root@babi-imut [~]#ifconfig wlan0 0.0.0.0
kemudian dengan brctl kita akan melakukan bridging dengan memhubungkan dengan interface bridge, br0, serta meng-assign alamat fisik eth0 dan wlan0 ke br0, akhirnya dengan ifconfig kita meng-assign alamat virtual pada bridge interface dengan ip address:
root@babi-imut [~]# brctl addbr br0
root@babi-imut [~]#brctl addif br0 eth0
root@babi-imut [~]#brctl addif br0 wlan0
root@babi-imut [~]#ifconfig br0 192.168.1.1 up
sekarang jika anda menggunakan debian, cukup edit /etc/network/interfaces untuk me-load bridge interfaces pada startup network, contohnya seperti ini:
auto br0
iface br0 inet static
address 192.168.1.1
network 192.168.1.0
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.1.255
bridge_ports wlan0 eth0 up \
/sbin/iwconfig wlan0 essid “ESSID-WLAN” && \
/sbin/iwconfig wlan0 channel 4 && \
/sbin/iwconfig wlan0 mode Master
Sekarang, jaringan yg terhubung dengan eth0 dan jaringan yg terhubung dengan wlan0 sudah ter-bridge
1 Comment so far
Leave a comment
Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>
Xanax….
Xanax….
Trackback by Xanax. 08.19.08 @ 11:16 pm